Senin, 01 April 2019


REPLIKA SURAT ULTIMATUM SEKUTU



Selebaran ini adalah surat ultimatum yang dibuat oleh pihak Sekutu pada tanggal 9 nopember 1945 dan disebarkan melalui udara dengan menggunakan pesawat terbang. Surat ultimatum ini ditujukan kepada masyarakat Surabaya sebagai bentuk ancaman, agar masyarakat Surabaya menyerah tanpa syarat  kepada pihak Sekutu. Adapun  salah satu penyebab ultimatum ini dibuat karena Brigjend. AWS. Mallaby  terbunuh di depan Gedung Internatio pada tanggal 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30 WIB.

ALLIED ULTIMATUM LETTER  REPLICA

This leaflet is an ultimatum launched by Allied at November gth then soon. Allied`s air planes spread the leafleats in Surabayain purpose to Surabaya`s civilian and armed forces surrendered at all. One thing from whole reasons why Allied launched this ultimat then unforgettable incident of Brigadier General AWS. Mallaby died in front of Internatio Building at october 30 th 1945 about 8.30 pm.

Minggu, 08 April 2018

TOPOGRAFI PERGERAKAN PEJUANG

TOPOGRAFI PERGERAKAN PEJUANG


Dalam Proses pergerakan pejuang, para pejuang membutuhkan peta untuk petunjuk arah jalan. Peta ini merupakan peninggalan Hindia Belanda, yang pernah digunakan oleh para pemuda pejuang arek-arek Surabaya pada masa pertempuran 10 Nopember 1945
Hiibah dari : Bapak Imam Supardi

In the Fighters Movement Progress, Fighters need a map for a direction. This map a herritage from Dutch – Indicshe, Which ever used by youth fighters “Arek-arek Surabaya” when move back until the outside of Surabaya city in 10th November 1945 battle
Granted by : Mr. Imam Supardi

PISTOL HARIO KECIK

PISTOL HARIO KECIK

Jenis                  : MAUSER PARABELLUM
Buatan              : JERMAN
No                      : 908093
Asal Koleksi     :Hibah dari Mayjend.. Purn. Hario Patmodiwirjo
Riwayat           : Dipakai oleh pemudaHario Kecik selaku pimpinan PTKR untuk menewaskan tentara Inggris pada pertempuran Surabaya di bulan Oktober dan November tahun 1945. Senapan ini adalah hasil rebutan senjata dari tentara Jepang di Surabaya pada Akhri September 1945, di markas Kempetai (Polisi militer Jepang).

Pistol ini buatan pabrik senjata Mauser di Jerman, yang letaknya ditepi sungai Neckar pada tahun 1908, sebelum Perang Dunia I. Kemudian pistol ini menjadi terkenal karena tingginya kualitasnya, dilihat dari sudut material yang digunakan dan konstruksi canggihnya, yang telah terbukti dalam perang tersebut. Pistol itu semakin tersohor karena ternyata terpakai dalam setiap revolusi yang terjadi di berbagai masa dan tempat, mulai dari Revolusi Bolshewik di Rusia, Revolusi di China, dan di Amerika Latin. Pistol Mauser  Parabellum sangat terpuji di kalangan Revolusioner maupun lawannya, karena kualitasnya yang menonjok  itu hingga dapat dikatakan bahwa pistol mausser Parabellum sebagai syuatu senjata legendaris bangsa- bangsa di Seluruh dunia yang mengadaakan Revolusi.

Kamis, 05 April 2018

SEPEDA KUNO

SEPEDA KUNO

Merk                         Sepeda Gazelle
Buatan                     Belanda
Tahun Pembuatan  : 1916
Bahan                      besi
Nomer rangka         546405


Sepeda ini merupakan peninggalan pada masa pendudukan Belanda di Indonesia. Pada masa pertempuran 10 Nopember 1945 pernah digunakan pejuang ArekArek Suroboyo sebagai sarana transportasi.
Asal Koleksi : Pak Hariadi Suparto

Sabtu, 03 Maret 2018

PERUNDINGAN SOEKARNO - HAWTHORN



PERUNDINGAN SOEKARNO - HAWTHORN
TANGGAL : 30 OKTOBER 1945




Serangan serentak yang dilakukan TKR dan lascar Pemuda Surabaya selama dua hari membuat posisi tentara Inggris terancam hancur bila serangan tidak segera di hentikan. Pimpinan tentara sekutu di Jakarta meminta Presiden Soekarno agar menghentikan pertempuran di Surabaya. Dengan menumpang pesawat terbang militer Inggris. Presiden Soekarno yang didampingi wakil presiden Moh. Hatta dan menteri penerangan Amir Syarifuddin pada tanggal 29 Oktober 1945 tiba di Surabaya untuk berunding dengan dir. Mallaby, Kolonel Pugh. Dari pihak Indonesia di Surabaya diwakili oleh Gubernur Suryo, Residen Sudirman, Doel Arnowo, Soengkono, Atmadji, Soemarsono Roeslan Abdul Gani.Pada hari kedua pihak Inggris dipimpin oleh Mayjen Hawthorn. Dari Perundingan ini pihak sekutu mengakui status TKR sebagai tentara yang sah dan sebagai penjaga keamanan. Untuk menghindari terjadinya bentrokan senjata dibentuk kontak Biro. Kontak biro mendatangi tempat – tempat yang rawan. Setelah kesepakatan ini, menghentikan pertempuran oleh kedua belah pihak diumumkan ke Seluruh kota Surabaya.

PEMBENTUKAN BKR



PEMBENTUKAN BADAN KEAMANAN RAKYAT DAN
LASKAR – LASKAR PERJUANGAN
ULTIMATUM SEKUTU ( TANGGAL : 4 SEPTEMBER 1945 )




Pada tanggal 2 September 1945, apar anggota KNI dan sejumlah mantan perwira tentara pembela Tanah Air (PETA) berkumpul di Jalan Kalisin 121, membentuk organisasi Badan Penolong Keluarga, Korban perang (BPKKP) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sebagai tindak lanjutnya pada 4 September 1945, paara mantan perwira seperti drg. Moestopo, Sutopo, Suryo, Muhammad, Abdul Wahab, Sungkono, Berkumpul kembali di Gedung Nasional Bubutan.
Mereka sepakat membentuk organisasi BKR yang terdiri dari atas 3 Eselon, yaitu propinsi Jawa Timur, Kerasidenan Surabaya dan Kota Surabaya. Drg. Moestopo dipilih sebagai pemimpin BKR Jawa Timur, Abdul Wahab terpilih sebagai pemimpin BKR, Kota terpilih Soengkono, BKR Laut juga dibentuk di Modderlust dan Morokrembangan. Terbentuknya BK disusul dengan pembentukan laskar- laskar perjuangan seperti pemuda Republik Indonesia (PRI), Barisan Buruh Indonesia (BBI) Hisbullah, Angkatan Pemuda Indonesia (API), pemuda puteri Republik Indonesia ( PPRI) , BKR – Pelajar, Angkatan Muda Penataran Angkatan Laut (AMPAL), Angkatan Muda Kereta Api (AMKA). Penerbangan Angakatan Oedara Surabaya (PAOS) dan lain – lainnya.

PENOLAKAN ULTIMATUM SEKUTU



PENOLAKAN AREK – AREK SURABAYA TERHADAP
ULTIMATUM SEKUTU ( TANGGAL : 9 NOVEMBER 1945 )




Pada tanggal 9 November 1945 Jenderal mansergh mengirinkan surat Ultimatum, kepada semua pemimpin pemerintahan, Pemuda dna badan perjuangan di Surabaya untuk menyerahkan diri dan menyerahkan semua senjata yang berada di tangannya dengan cara yang amat menghina. Batas waktu yang ditentukan adalah pukul 18.00 tanggal 10 November 1945. Apabila tidak di taati, Surabaya akan digempur. Surat Ultimatum itu kemudian dicetak dalam bentuk pamflet dan disebarkan ke penjuru kota Surabaya dengan pesawat terbang. Untuk menjawab ultimatum ini Gubernur jawa timur Suryo, Residen Sudirman, Ketua KNI Doel Arnowo, menghubungi Presiden Soekarno, yang kemudian mengirim Menteri Luar Negeri A. Subarjo untuk berunding dengan panglima tentara tentara sekutu. Ternyata perundingan gagal. Pemerintahan pusat menyerahkan sepenuhnya kepada Rakyat Surabaya. Melalui pidato radio pada malam hari 9 November 1945, Gubernur Suryo menyatakan menolak ultimatum. Soengkono ketua BKR kota, Bersama semua pimpinan laskar pemuda Surabaya, bersumpah untuk mempertahankan kota Surabaya sampai tetes darah terakhir. Markas pertahanan kota dibentuk. Kota Surabaya dibagi atas tiga sektor dan tiga lini pertahanan. Barikade dipasang di Seluruh jalan-jalan diseluruh kota Surabaya . tepat pada puku 06.00 Pagi , pada tanggal 10 November 1945. Inggris mulai melaksanakan ultimatumnya. Dengan diawali tembakan meriam kapal perangnya kemudian diikuti dengan pemboman dari laut dan udara. Inggris kemudian mengerahkan kekuatan daratnya yang terdiri atas pasukan infanteri dan keveleri menyerbu kota Surabaya. Serangan ini mendapat perlawanan yang heroik dari rakyat Surabaya. Radio pemberontakan Bung Tomo mengobarkan semangat perlawanan. Serbuann sekutu yang berkekuatan lebih kurang satu divisi berhasil ditahan lini – demi lini. Dalam pertempuran disekitar Viaduct pasukan Inggris menderita banyak kerugian, yang dipertahankan selama lebih kurang dua minggu.